Hari Ahad tanggal 17 Desember 2023 bertepatan tanggal 4 Jumadil Akhir 1445 H P4SK Anak Cabang Temanggung menggelar pertemuan selapanan. Bertempat di masjid Al Huda Mlulon Kelurahan Juran Kecamatan Temanggung pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 70 orang terdiri dari pengurus dan a'dho' dan warga masyarakat Mlulon.
Acara diawali dengan surat al fatihah, dilanjutkan mujahadah al Qur'an dan pembacaan tahlil. bertindak sebagai pemandu mujahadah K.H. Abdullah Kafin.
Pertemuan dilanjutkan dengan menyanyikan mars Yalal Wathon dan sholawat Badar dipimpin oleh Ansori.
Rangkaian selanjutnya adalah sambutan dari Takmir masjid Al Huda Mlulon dan dilanjutkan sambutan tuan rumah yang diwakili oleh Erwin Zakariya. Acara dilanjutkan dengan sambutan wakil P4SK Ancab Temanggung yang disampaikan oleh K.H Abdullah Mawardi.
Acara inti mauidhoh hasanah disampaikan oleh K.H. M. Tolhah Mansur Rois P4SK Cabang Temanggung. Dalam Mauidhohnya beliau meenyampaikan beberapa hal, antara lain pentingnya attawazun bainal ilmi wal amal yaitu keseimbangan antara ilmu dan amal. Ilmu yang diperoleh dari pengajian atau taklim hendaknya diimbangi dengan pengamalan dalam keseharian, sehingga ilmu tersebut akan membawa berkah.
Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa mengamalkan ilmu berarti Tarkul 'ajil Lil Ajil yaitu meninggalkan perkara dunia untuk kehidupan akhirat.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan pentingnya mengelola nafsu, nafsu bukanlah dihilangkan tetapi ia perlu dikelola sehingga berjalan sesuai yang dikehendaki Allah Ta'ala.
Untuk itu maka disampaikan agar setiap orang senantiasa bersemangat beramal untuk akhirat, bersemangat berjuang beribadah bekerja, dan menjadikan ulama sebagai panutan dengan prinsip bahwa Cinta ulama akan dikumpulkan bersama ulama.
Disampaikan pula bahwa di zaman akhir ada hal yang sulit ditemui yaitu harta yg halal dan kenalan yg bisa dipercaya, karena itu setiap orang harus selalu waspada.
Disinggung pula tentang sejarah dan maksud berdirinya P4SK. yaitu sebagai organisasi yang berjuang memajukan Pondok Pesantren, sehingga masyarakat mau memasukkan putra putrinya ke Pondok Pesantren sebagai upaya yang didasari rasa khawatir terhadap keturunan yang lemah.
Dalam kesempatan itu pula disampaikan 6 hal yang di akhir zaman dianggap aneh salah satunya yaitu Masjid aneh (ghorib) bagi kaum yg tidak sholat karena itu Nabi menyayangkan itu. karena itu seorang mukmin diharapkan masuk ke benteng, yaitu bahwa benteng orang mukmin dari Syetan adalah Masjid, baca Al Quran, dan dzikrullah (( kitab Kahbul Akhbar) ). Allah akan menunda bala karena orang-orang yang memakmurkan masjid, bersaudara karena Allah, dan karena dzikrullah.
Kegiatan tersebut ditutup dengan Sholat Ashar berjamaah, bertindak sebagai Imam K.H. M. Tolhah Mansur.








0 comments:
Post a Comment