Berbicara tentang dunia santri menjadi topik yang menarik dari masa ke masa, termasuk definisi santri itu sendiri. Menyimak uraian KH Musthofa Bisri Santri dapat diartikan sebagai murid kiai yang dididik dengan penuh kasih sayang agar menjadi mukmin yang kuat yang tidak goyah imannya oleh pergaulan, kepentingan, dan adanya perbedaan.
Dalam perkembangan pengertian santri berkembang menjadi Santri bukan hanya orang yang mukim di pondok pesantren, akan tetapi orang yang tidak mukim di pondok pesantren selagi mereka tunduk kepada kiai, selagi mereka mau menerima nasihat ulama' itu juga namanya santri. pengertian ini adalah cakupan santri menurut KH. Nasrul Arif Abdurrochman.
Kajian cukup menarik disampaikan oleh KH. Yakub Mubarok pada pertemuan selapanan P4SK Anak Cabang Temanggung. Beliau menyatakan bahwa santri itu terdiri dari lima huruf yaitu س
– ن – ت – ر - ي . Dari lima huruf itu diinterpretasikan sebagai :
1. سَالِكٌ
فِى الْعِبَادَةِ - berjalan di
atas ibadah
Santri adalah orang yang berusaha untuk menjadikan segala aktifitasnya sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala. Menjadikan aktifitas ubudiah dan muamalah sebagai suatu ibadah. Ia menjadikan keseluruhan aktifitasnya termasuk aktifitas ketika bekerja, bermuamalah, bersosialisasi dengan orang lain, sebagai aktifitas ibadah.
2. نَائِبٌ
عَنِ الشُّيُوْخِ - pengganti para alim yang
tua
Santri harus selalu siap untuk mewakili para kyai, sesepuh ketika suatu saat dibutuhkan. Ia juga penerus perjuangan dakwah ketika para masyayikh telah tiada. Di tangan mereka keberlanjutan perjuangan dakwah ditentukan. Santri harus siap dengan tugas itu.
3.تَائِبٌ
عَنِ الذُّنُوْبِ - bertaubat atas segala dosa
Santri sebagai manusia, menyadari ia tidak terlepas dari berbuat dosa. Disengaja atau tidak. Karena itu ia adalah seorang yang senantiasa menyadari hal itu, dan karenanya ia selalu melakukan taubat atas segala dosa-dosanya, dan berusaha menghindari pada perbuatan yang membawanya pada dosa kepada Allah Ta'ala
4. رَاغِبٌ
فِى الْخَيْرَاتِ - senang
(mencintai) kebaikan
Berkebalikan dengan nomor 3, di sini santri adalah orang yang senang dengan kebaikan, senang apabila melihat orang-orang di sekitarnya berbuat kebaikan. Karena itu ia selalu berusaha membawa dirinya dan mengajak orang lain untuk senantiasa berbuat kebaikan.
5. يَقِيْنٌ
عَلَى مَا اَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِ - yaqin pada apa yang telah
diberikan Allah kepadanya
Santri adalah orang yang tidak pernah khawatir dengan kehidupan dunianya. Ia memiliki keyakinan yang teguh akan rizqi yang telah
ditetapkan Allah kepadanya. Keyakinan itu menjadikan santri tidak terlena mencari dunia dan melupakan ibadahnya, tetapi ia justru menjadikan aktifitas dunianya sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala.
oleh : Arif Subani dan M. Zaeni Musthofa
sumber gambar : sumber : httpswww.almunawwir.compesantren-character-building-bangsa1-9
0 comments:
Post a Comment